JABAR TODAY, BANDUNG – Demam sepak bola Asia Tenggara mulai terasa di Jawa Barat. Menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026, Bandung tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan internasional, tetapi juga menjadi salah satu titik yang ikut merasakan atmosfer besar turnamen sepak bola tersebut.
Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah kehadiran trofi FIFA ASEAN Cup 2026 yang dipamerkan kepada publik di Paris Van Java (PVJ), Kota Bandung, mulai 24 hingga 26 September 2026. Masyarakat mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung trofi yang nantinya akan menjadi simbol perebutan gelar juara kompetisi sepak bola antarnegara ASEAN tersebut.
Kehadiran trofi tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Bandung kembali mendapat kepercayaan menjadi salah satu kota yang ikut meramaikan agenda sepak bola internasional setelah sebelumnya pernah menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan turnamen besar FIFA.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut Bandung kembali mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari event sepak bola internasional. FIFA ASEAN Cup 2026 akan menghadirkan pertandingan dengan melibatkan sejumlah negara Asia Tenggara dan pertandingan Grup B dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Si Jalak Harupat Jadi Panggung Sepak Bola ASEAN
Tidak hanya trofi yang menjadi perhatian. Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, juga tengah dipersiapkan sebagai salah satu venue utama FIFA ASEAN Cup 2026.
Penyelenggaraan di stadion yang berada di kawasan Soreang tersebut dijadwalkan berlangsung dalam rentang 25 September hingga 5 Oktober 2026. Stadion Si Jalak Harupat menjadi lokasi pertandingan Grup B yang mempertemukan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
PSSI sebelumnya melakukan peninjauan terhadap kesiapan stadion. Sejumlah persiapan penyelenggaraan, termasuk pemasangan branding, fasilitas lapangan, serta kebutuhan pendukung pertandingan terus dilakukan.
Kondisi lapangan juga menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa proses perbaikan rumput telah mendekati 95 persen dan stadion tersebut dinilai siap digunakan untuk pertandingan internasional.
Stadion Si Jalak Harupat sendiri bukan kali pertama digunakan untuk agenda sepak bola internasional. Stadion tersebut sebelumnya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023 sehingga memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pertandingan berskala internasional.
Bukan Sekadar Sepak Bola, UMKM Ikut Mendapat Panggung
Menariknya, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Kabupaten Bandung tidak hanya dipandang dari sisi olahraga. Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di sekitar Stadion Si Jalak Harupat selama turnamen berlangsung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar kegiatan internasional tersebut memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan pihaknya mendapatkan arahan untuk mengalokasikan UMKM di area stadion selama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup.
Dengan adanya ruang bagi pelaku UMKM, masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.
Makanan dan minuman, produk lokal, suvenir, hingga berbagai produk kreatif masyarakat berpotensi menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang berkembang selama berlangsungnya turnamen.
Pemerintah Kabupaten Bandung berharap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup dapat memberikan multiplier effect atau dampak berganda bagi masyarakat, khususnya melalui sektor ekonomi, pariwisata olahraga atau sport tourism, serta industri olahraga atau sport industry.
Ekonomi Lokal Diharapkan Ikut Menggeliat
Kehadiran event olahraga internasional sering kali tidak hanya menghasilkan aktivitas di dalam stadion. Pergerakan penonton, tim, ofisial, pekerja, komunitas suporter, serta wisatawan dapat menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Kondisi tersebut menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal di Kabupaten Bandung.
Bagi UMKM, momentum seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Apalagi pertandingan FIFA ASEAN Cup menghadirkan peserta dari sejumlah negara sehingga atmosfer internasional berpotensi meningkatkan perhatian terhadap kawasan sekitar venue.
Pemerintah Kabupaten Bandung pun menata lokasi UMKM bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek ketertiban dan keamanan.
Artinya, kesempatan berjualan tidak hanya diberikan begitu saja, tetapi juga diarahkan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan secara tertib selama pertandingan berlangsung.
Bandung Kembali Menjadi Magnet Sepak Bola
Kehadiran trofi FIFA ASEAN Cup di PVJ Bandung semakin memperkuat atmosfer menuju kompetisi yang akan berlangsung di Jawa Barat.
Masyarakat Bandung dan sekitarnya kini tidak hanya dapat melihat langsung trofi turnamen, tetapi juga memiliki kesempatan menyaksikan pertandingan internasional di Stadion Si Jalak Harupat.
Sejumlah pertandingan Grup B akan digelar di stadion tersebut, termasuk pertandingan yang melibatkan tim-tim seperti Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Bagi Kabupaten Bandung, agenda tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan daerah dalam menjadi tuan rumah kegiatan olahraga internasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dengan demikian, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar tentang siapa yang mencetak gol dan siapa yang mengangkat trofi di akhir turnamen. Di balik pertandingan, terdapat peluang bagi sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, kuliner, hingga berbagai usaha masyarakat untuk ikut bergerak.
Trofi di Bandung, Peluang Ekonomi di Depan Mata
Jika sepak bola mampu menarik ribuan pasang mata ke stadion, maka UMKM memiliki kesempatan untuk mengubah keramaian tersebut menjadi peluang ekonomi.
Kehadiran FIFA ASEAN Cup di Kabupaten Bandung menjadi salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.
Pemerintah daerah sendiri menargetkan agar dampak penyelenggaraan tidak berhenti pada keberhasilan pertandingan, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, sport tourism, dan sport industry.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada Stadion Si Jalak Harupat. Bola akan bergulir, suporter akan berdatangan, dan di tengah hiruk-pikuk pertandingan internasional tersebut, pelaku UMKM Kabupaten Bandung mendapatkan ruang untuk ikut mengambil bagian.
Trofi sudah mejeng di Bandung. Pertandingannya segera dimulai. Pertanyaannya, seberapa besar “berkah sepak bola” ini akan mengalir ke ekonomi masyarakat?
Redaksi berita oleh ASBI Media Center

















