Sukabumi – Pertemuan antara komunitas driver ojek online (ojol) wilayah Palabuhanratu dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan publik setelah momen audiensi tersebut viral di media sosial. Pertemuan itu dilakukan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi kerja para pengemudi transportasi daring.
Audiensi tersebut digelar sebagai wadah komunikasi antara perwakilan driver ojol dan pemerintah daerah. Dalam pertemuan itu, para pengemudi menyampaikan berbagai keluhan dan harapan, mulai dari kondisi kerja di lapangan, kesejahteraan mitra pengemudi, hingga dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital.
Perwakilan komunitas ojol Palabuhanratu menilai bahwa peran mereka tidak hanya sebagai pengemudi, tetapi juga ikut membantu perputaran ekonomi lokal, khususnya dalam layanan pengantaran makanan dan barang dari UMKM setempat. Oleh karena itu, mereka berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan kerja mereka.
Dalam audiensi tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi menerima langsung aspirasi yang disampaikan dan menyatakan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para pengemudi ojol yang kini menjadi bagian penting dalam sistem transportasi modern.
Pemerintah daerah akan menampung seluruh masukan tersebut untuk kemudian dibahas lebih lanjut bersama instansi terkait. Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kesejahteraan mitra, penguatan kemitraan dengan pelaku UMKM, serta dukungan terhadap ekosistem transportasi digital di daerah.
Momen audiensi ini kemudian ramai diperbincangkan setelah sejumlah potongan video dan foto pertemuan beredar di platform media sosial seperti TikTok dan X. Banyak warganet menilai pertemuan tersebut sebagai langkah positif dalam membuka ruang dialog antara pemerintah dan pekerja sektor informal.
Sebagian pengguna media sosial juga memberikan apresiasi terhadap komunitas ojol yang dinilai semakin aktif menyuarakan aspirasi secara tertib dan melalui jalur resmi. Namun, ada pula yang menyoroti perlunya tindak lanjut konkret dari hasil audiensi agar tidak berhenti hanya sebagai pertemuan formal semata.
Hingga kini, pembahasan terkait hasil audiensi tersebut masih menjadi perhatian masyarakat, terutama di kalangan driver ojek online di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Masyarakat berharap komunikasi antara pemerintah dan pekerja transportasi dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan bersama.















