Kabupaten Bandung | Jabar Today – Kebijakan pemerintah yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Langkah tersebut dinilai menjadi stimulus positif bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus memberikan peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan memperluas pasar.
Di Kabupaten Bandung, kebijakan tersebut disambut baik oleh kalangan pengusaha. Perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung yang juga menjabat sebagai Ketua Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Bandung, H. Agus Darmawan, S.ST.Par., atau yang akrab disapa Kang Danu, menilai penurunan harga BBM akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor usaha yang selama ini masih menghadapi tingginya biaya operasional.
Saat dijumpai Jabar Today di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (2/8/2026), Kang Danu mengatakan bahwa kebijakan pemerintah tersebut menjadi kabar baik bagi pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami dari KADIN Kabupaten Bandung sekaligus Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Bandung mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menurunkan harga BBM. Ini merupakan langkah positif yang dapat membantu mengurangi beban biaya operasional para pelaku usaha, terutama UMKM yang setiap hari bergantung pada mobilitas dan distribusi barang,” ujar Kang Danu.
Menurutnya, biaya transportasi merupakan salah satu komponen terbesar dalam aktivitas usaha. Penurunan harga BBM akan berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi bahan baku maupun pengiriman produk kepada konsumen. Efisiensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keuntungan pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Kabupaten Bandung.
Kang Danu menjelaskan, manfaat penurunan harga BBM tidak hanya dirasakan oleh sektor perdagangan, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri kuliner, konveksi, kerajinan, pariwisata, jasa transportasi, logistik, hingga ekonomi kreatif yang terus berkembang di Kabupaten Bandung.
“Ketika biaya distribusi menurun, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan bisnisnya. Efisiensi biaya dapat dialihkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, membeli peralatan produksi, maupun menambah tenaga kerja. Dampaknya tentu akan dirasakan oleh perekonomian daerah secara keseluruhan,” katanya.
Ia juga menilai bahwa penurunan harga BBM berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan berkurangnya pengeluaran untuk kebutuhan transportasi, masyarakat memiliki kemampuan yang lebih besar untuk berbelanja berbagai kebutuhan, termasuk produk-produk UMKM lokal.
“Jika daya beli masyarakat meningkat, maka perputaran ekonomi juga akan semakin baik. UMKM memperoleh peningkatan omzet, sektor perdagangan bergerak, dan investasi di daerah akan semakin tumbuh,” tambahnya.
Sebagai salah satu daerah dengan jumlah UMKM yang cukup besar di Jawa Barat, Kabupaten Bandung dinilai memiliki potensi besar untuk memanfaatkan momentum tersebut. Menurut Kang Danu, keberhasilan pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
Ia berharap penurunan harga BBM menjadi awal dari berbagai kebijakan yang semakin berpihak kepada dunia usaha, seperti kemudahan akses pembiayaan, penyederhanaan perizinan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, digitalisasi UMKM, hingga perluasan akses pasar bagi produk-produk lokal.
“Kami berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem usaha. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi pengusaha, perbankan, dan masyarakat sangat penting agar UMKM dapat tumbuh lebih cepat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Danu juga menyampaikan pesan kepada seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Bandung agar menjadikan momentum penurunan harga BBM sebagai peluang untuk terus berkembang.
“Saya mengajak seluruh pelaku UMKM agar tetap optimistis. Jangan pernah berhenti berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Manfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas pasar, bangun kepercayaan pelanggan melalui pelayanan terbaik, dan terus tingkatkan kapasitas usaha. Saya yakin UMKM Kabupaten Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi kebanggaan daerah bahkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa setiap usaha besar selalu berawal dari langkah kecil yang dikerjakan dengan konsisten dan penuh semangat. Oleh karena itu, para pelaku UMKM diharapkan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Kami percaya UMKM adalah fondasi utama perekonomian daerah. Ketika UMKM tumbuh dan berkembang, maka lapangan pekerjaan akan semakin terbuka, investasi meningkat, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung akan ikut terdorong. KADIN Kabupaten Bandung bersama Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan dunia usaha dan pemberdayaan UMKM,” tegas Kang Danu.
Penurunan harga BBM diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi pengusaha, dan masyarakat, Kabupaten Bandung dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi daerah.















