JABAR HARI INI, BEKASI — Pengusaha muda Patrick Saimartua S.,SE, M.Com. menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 dalam agenda Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN Kabupaten Bekasi.
Persiapan tersebut merupakan bagian dari langkah Patrick untuk mengajak peran lebih besar dalam mendorong penguatan dunia usaha di Kabupaten Bekasi. Dalam materi pencalonannya, Patrick mengangkat tema “KADIN Berdikari” dengan visi:
“Menuju Bekasi Maju, Pengusaha Kuat, Ekonomi Berdaulat.”
Tema tersebut diterjemahkan melalui empat semangat utama, yakni Bersatu, Berdaya, Berkarya, dan Berdikari. Keempatnya diarahkan untuk memperkuat solidaritas antar-pelaku usaha, meningkatkan daya saing pengusaha, mendorong inovasi dan kolaborasi, serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Sebagai bagian dari proses pencalonan, Patrick telah melaksanakan pengambilan formulir sebagai calon Ketua Umum KADIN Kabupaten Bekasi di Kantor KADIN Jawa Barat.

Langkah tersebut menjadi penanda keseriusannya mengikuti proses organisasi dan bursa kepemimpinan KADIN Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, nama Patrick memang telah muncul dalam pemberitaan sebagai salah satu figur yang menyatakan kesiapan mengikuti kontestasi kepemimpinan KADIN Kabupaten Bekasi.
Patrick dikenal sebagai pengusaha yang saat ini memegang sejumlah posisi strategis di perusahaan, di antaranya CEO PT Graha Mekatama Telindo Group, Direktur Utama PT Waterindo Primatech Bekasi, serta Direktur PT Kombat Global Mandiri. Sejumlah pemberitaan juga mencatat latar belakang pendidikan dan pengalamannya di dunia usaha sebagai bagian dari perjalanan profesionalnya.
Melalui gagasan KADIN Berdikari, Patrick membawa sejumlah agenda yang menempatkan dunia usaha sebagai kekuatan penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Bekasi.
Konsep Bersatu diarahkan pada penguatan solidaritas dan komunikasi antaranggota KADIN serta organisasi dan asosiasi pengusaha. Sementara Berdaya menitikberatkan pada peningkatan kapasitas dan daya saing pengusaha agar mampu menghadapi dinamika ekonomi dan persaingan usaha.
Selanjutnya, semangat Berkarya diarahkan untuk mendorong inovasi, kreativitas dan kolaborasi di antara pelaku usaha, pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Adapun Berdikari menjadi gagasan untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang semakin kuat dan memiliki kemampuan untuk tumbuh berdasarkan potensi daerah sendiri.
Gagasan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan Kabupaten Bekasi yang memiliki basis industri dan aktivitas dunia usaha yang besar. Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya menyampaikan bahwa KADIN memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong investasi, memperkuat iklim usaha dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Dalam sejumlah pernyataan yang diberitakan sebelumnya, Patrick menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam ruang pengambilan keputusan dunia usaha. Ia menyampaikan bahwa generasi muda perlu membawa gagasan baru sekaligus tetap berpegang pada prinsip tata kelola yang baik.
Dengan pengambilan formulir pencalonan tersebut, Patrick kini menegaskan langkahnya untuk mengikuti proses kepemimpinan KADIN Kabupaten Bekasi periode 2026–2031.
Proses pencalonan dan pelaksanaan Mukab sendiri menjadi bagian dari dinamika organisasi KADIN Kabupaten Bekasi pada 2026. Sejumlah pemberitaan pada Juni 2026 mencatat adanya perbedaan pandangan antara KADIN Jawa Barat dan penyelenggara Mukab Kabupaten Bekasi mengenai proses dan persetujuan organisasi. Karena itu, status dan tahapan Mukab perlu merujuk pada keputusan resmi KADIN Jawa Barat dan ketentuan organisasi yang berlaku.
Bagi Patrick, pencalonan tersebut bukan semata-mata mengenai pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk membawa gagasan baru mengenai bagaimana KADIN dapat semakin dekat dengan kebutuhan pengusaha.
“Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Hebat, Bekasi Maju,” menjadi pesan utama yang diusung Patrick dalam materi pencalonannya.
Jika dipercaya memimpin, gagasan KADIN Berdikari tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang mampu menjadi ruang kolaborasi, memperkuat kapasitas dan representasi kepentingan dunia usaha, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi.
















