JABAR Today, TASIKMALAYA — Warga Kampung Kebonkai, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan tengkorak dan sejumlah tulang yang diduga merupakan bagian dari kerangka manusia di kawasan perkebunan Parunglutung.
Temuan tersebut menjadi perhatian warga dan aparat kepolisian karena hingga Senin, 28 September 2026, identitas dari bagian tubuh yang ditemukan tersebut belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah seluruh tulang yang ditemukan merupakan bagian dari satu kerangka manusia serta mengungkap identitas dan penyebab kematiannya.
Informasi mengenai penemuan tersebut pertama kali mencuat setelah seorang warga bernama Hendri Safari berada di kawasan perkebunan untuk mencari sarang lebah madu. Saat berada di lokasi, ia melihat benda yang diduga merupakan tengkorak manusia tergeletak di area kebun.
Temuan itu kemudian disampaikan kepada warga lainnya. Setelah dilakukan pengecekan kembali di sekitar lokasi, warga menemukan sejumlah tulang lain yang diduga berkaitan dengan temuan tengkorak tersebut.
Berdasarkan laporan kepolisian yang dikutip sejumlah media, beberapa bagian tulang yang ditemukan di sekitar lokasi antara lain benda yang diduga tulang kaki, tulang pinggul, dan tulang ekor. Namun, kepolisian belum menyatakan secara pasti bahwa seluruh bagian tersebut berasal dari satu individu sebelum hasil pemeriksaan identifikasi selesai.
Polisi Lakukan Olah TKP
Laporan mengenai temuan tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Bantarkalong. Aparat kepolisian mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara.
Tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya turut dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Sejumlah bagian tulang yang ditemukan kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi sekaligus meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui maupun berada di sekitar kawasan tersebut.
“Masih dalam penyelidikan,” kata Heru sebagaimana dikutip ANTARA dalam pemberitaan mengenai kasus tersebut.
Keterangan warga menjadi salah satu bagian penting dalam proses awal penyelidikan. Polisi perlu mendapatkan gambaran mengenai lokasi penemuan, waktu pertama kali bagian tubuh tersebut ditemukan, serta kemungkinan adanya informasi mengenai orang yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Identitas Belum Diketahui
Sampai perkembangan terakhir yang diberitakan pada 28 September 2026, polisi belum mengungkap identitas dari tengkorak dan tulang yang ditemukan di perkebunan tersebut.
Kondisi bagian tubuh yang ditemukan membuat proses identifikasi perlu dilakukan secara hati-hati. Karena itu, aparat masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Inafis untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Polisi juga belum menyimpulkan penyebab kematian. Tidak tepat apabila temuan tersebut langsung dikaitkan dengan tindak pidana tertentu sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan bukti yang mendukung.
Media Indonesia melaporkan bahwa polisi juga menemukan beberapa bagian tulang lain serta kain dalam kondisi kotor di sekitar lokasi. Namun, keterkaitan seluruh benda tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan.
Polisi Imbau Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga Melapor
Dalam proses pengungkapan identitas, kepolisian membuka kemungkinan memperoleh informasi dari masyarakat, khususnya keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera menyampaikan laporan kepada kepolisian. Informasi tersebut dapat membantu aparat mencocokkan data orang hilang dengan hasil identifikasi terhadap tulang yang ditemukan.
Langkah tersebut menjadi penting karena polisi tidak hanya harus memastikan apakah temuan tersebut benar merupakan bagian dari kerangka manusia, tetapi juga berupaya mengetahui identitasnya secara ilmiah.
Warga Diminta Tidak Berspekulasi
Penemuan tengkorak di kawasan perkebunan tentu menimbulkan perhatian dan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Namun, informasi yang beredar sebaiknya tetap disikapi secara hati-hati.
Sampai hasil pemeriksaan resmi dikeluarkan, masyarakat sebaiknya tidak membuat kesimpulan mengenai identitas korban, kronologi kematian, maupun dugaan tindak pidana tertentu.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pemeriksaan lokasi dan mengidentifikasi bagian tulang yang ditemukan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya.
Penemuan di perkebunan Parunglutung ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan temuan yang mencurigakan kepada aparat. Kecepatan laporan warga dapat membantu polisi mengamankan lokasi dan menjaga kondisi tempat kejadian agar tidak berubah sebelum pemeriksaan dilakukan.
Hingga Senin, 28 September 2026, kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi belum memberikan kesimpulan mengenai identitas orang yang diduga menjadi pemilik kerangka maupun penyebab kematiannya.
ASBI Media Center akan terus memantau perkembangan kasus ini berdasarkan informasi resmi dari kepolisian dan sumber berita yang dapat dipertanggungjawabkan.
















