Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah momen mengharukan dirinya dalam acara Kirab Mahkota Binokasih viral di berbagai platform media sosial. Dalam kegiatan budaya tersebut, Dedi terlihat meneteskan air mata saat mengikuti rangkaian kirab yang berlangsung khidmat dan sarat nilai sejarah.
Peristiwa tersebut terjadi saat prosesi Kirab Mahkota Binokasih, sebuah agenda budaya yang menampilkan simbol warisan kejayaan dan kejernihan nilai-nilai tradisi Sunda. Acara ini diikuti oleh para tokoh adat, budayawan, pejabat daerah, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pemutaran kirab dari awal hingga akhir.
Kirab Mahkota Binokasih sendiri dikenal sebagai salah satu kegiatan budaya yang memiliki makna sejarah penting, karena merepresentasikan perjalanan sejarah serta nilai-nilai kepemimpinan dan kebijaksanaan dalam tradisi masyarakat Sunda. Dalam suasana yang penuh penghormatan tersebut, suasana menjadi semakin haru ketika Dedi Mulyadi tampak larut dalam momen reflektif di tengah prosesi.
Video yang merekam momen tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan dengan cepat menjadi viral. Dalam rekaman itu, Dedi terlihat tak mampu menyembunyikan emosinya, hingga beberapa kali mengusap air mata di tengah acara. Momen ini pun memicu berbagai reaksi dari warganet yang memberikan komentar beragam.
Sebagian besar pengguna media sosial menilai bahwa ekspresi haru tersebut mencerminkan kedalaman rasa cinta Dedi terhadap budaya Sunda dan nilai-nilai tradisi yang selama ini ia perjuangkan. Tidak sedikit pula yang menyebut bahwa momen itu menunjukkan sisi manusiawi seorang pemimpin yang tidak hanya hadir secara formal, namun juga memiliki keberadaan emosional terhadap budaya yang ia wakili.
Di sisi lain, ada juga warganet yang mengenang momen tersebut dengan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat dan sering terlibat langsung dalam berbagai kegiatan adat serta Kebudayaan lokal di Jawa Barat. Kehadirannya dalam berbagai acara tradisi memang sering menjadi perhatian, karena dianggap konsisten dalam mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
Hingga kini, video tersebut masih terus beredar dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform digital. Banyak yang menilai bahwa momen tersebut tidak hanya sekedar viral, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga hubungan antara pemimpin, budaya, dan identitas daerah.
Peristiwa ini sekaligus menampilkan bagaimana kegiatan budaya seperti Kirab Mahkota Binokasih masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah masyarakat modern, serta mampu menghadirkan momen-momen emosional yang menyentuh publik secara luas.





















