Jabar Today – Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina per 28 Mei 2026 kembali menjadi sorotan masyarakat karena sejumlah produk nonsubsidi masih berada di level tinggi di berbagai daerah Indonesia. Kondisi ini mulai dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, terutama para pekerja harian, pengemudi, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada kendaraan operasional setiap hari.
Sejak awal Mei 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga beberapa jenis BBM nonsubsidi, terutama untuk produk diesel dan BBM beroktan tinggi. Harga Dexlite kini mencapai sekitar Rp26.000 per liter, sementara Pertamina Dex berada di kisaran Rp27.900 per liter di sejumlah wilayah Indonesia.
Kenaikan harga tersebut dinilai cukup berat bagi sebagian masyarakat, khususnya pengguna kendaraan diesel yang banyak digunakan untuk kebutuhan logistik, transportasi barang, hingga usaha kecil menengah. Sejumlah sopir angkutan dan pelaku usaha mengaku pengeluaran operasional mereka meningkat cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Selain faktor minyak dunia, tingginya harga BBM di beberapa daerah juga dipengaruhi biaya distribusi dan kondisi geografis wilayah Indonesia yang berbeda-beda. Karena itu, harga BBM di luar Pulau Jawa cenderung lebih tinggi dibanding wilayah lain.
Meski harga BBM nonsubsidi naik, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil. Kebijakan tersebut dinilai membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan lainnya.
Di media sosial, banyak masyarakat berharap harga BBM bisa kembali stabil dalam beberapa bulan mendatang agar biaya hidup dan transportasi tidak semakin meningkat. Sementara itu, pengamat ekonomi mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung hingga saat ini.
















