Jabartoday – Perbincangan mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo mengenai revolusi besar AI dalam 5 hingga 15 tahun mendatang kembali viral di media sosial dan komunitas teknologi.
Pernyataan tersebut kembali ramai dibahas setelah sejumlah akun teknologi dan forum digital membagikan ulang potongan video pidato Jokowi saat menghadiri Forum Bloomberg New Economy di New Delhi, India. Dalam forum internasional tersebut, Jokowi menyampaikan pandangannya mengenai masa depan dunia yang diprediksi akan mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan robot humanoid.
Menurut Jokowi, seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, harus mulai mempersiapkan diri menghadapi era intelligent economy atau ekonomi berbasis kecerdasan buatan. Ia menilai AI tidak lagi sekadar teknologi tambahan, melainkan akan menjadi bagian utama dari hampir seluruh aktivitas manusia di masa depan.
“Karena menurut perkiraan saya, 5 sampai 15 tahun ke depan akan ada revolusi besar artificial intelligence. Semua aktivitas manusia tidak akan lepas dari AI,” ujar Jokowi dalam pernyataannya yang kini kembali ramai diperbincangkan publik.
Kembalinya pernyataan tersebut ke ruang publik memicu diskusi luas di kalangan akademisi, pengamat teknologi, startup digital, hingga masyarakat umum. Banyak pihak mulai mempertanyakan sejauh mana kesiapan Indonesia menghadapi perubahan besar akibat perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat di tingkat global.
Sejumlah pengamat menilai Indonesia harus segera memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kualitas pendidikan teknologi, serta menyiapkan regulasi mengenai keamanan data dan etika penggunaan AI. Hal tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi asing, tetapi juga mampu menjadi pemain dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, isu AI juga mulai menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, industri kreatif, transportasi, hingga pelayanan publik. Banyak perusahaan kini mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, perkembangan AI juga menimbulkan berbagai kekhawatiran, terutama terkait masa depan pekerjaan manusia. Banyak netizen dan pengamat menilai sejumlah profesi berpotensi tergantikan oleh sistem otomatisasi dan teknologi AI apabila masyarakat tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ramainya perbincangan mengenai AI ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai memiliki perhatian besar terhadap perkembangan teknologi masa depan. Di tengah transformasi digital global yang semakin cepat, isu kecerdasan buatan diperkirakan akan terus menjadi topik utama dalam dunia ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat Indonesia beberapa tahun mendatang.
















