Jabar today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, Bogor, Sukabumi, hingga kawasan Priangan Timur. Dalam laporan terbarunya, BMKG memprediksi potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir terjadi pada siang hingga malam hari selama pertengahan Mei 2026.
Informasi tersebut langsung viral di media sosial setelah banyak warga membagikan video dan foto kondisi cuaca ekstrem di berbagai daerah. Sejumlah unggahan memperlihatkan hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, jalanan tergenang, hingga jarak pandang pengendara terganggu akibat cuaca buruk. Tagar terkait cuaca Jawa Barat bahkan sempat ramai diperbincangkan di platform media sosial.
BMKG menyebut kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh meningkatnya labilitas atmosfer serta aktivitas gelombang Kelvin dan Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Pulau Jawa yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Akibat kondisi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Untuk wilayah Bandung Raya, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga hujan petir terjadi pada sore hingga malam hari dengan tingkat kelembapan udara mencapai lebih dari 90 persen. Sementara di Bogor, hujan lebat diprediksi mengguyur sejumlah kecamatan dengan potensi angin kencang mencapai puluhan kilometer per jam.
Selain Bandung dan Bogor, sejumlah daerah lain seperti Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, hingga Pangandaran juga masuk dalam daftar wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas luar ruangan ketika hujan deras mulai turun, terutama di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai. Pengendara juga diminta berhati-hati karena cuaca ekstrem dapat menyebabkan jalan licin serta menurunkan jarak pandang secara drastis.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa wilayah Jawa Barat juga mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Warga diminta terus memantau pembaruan prakiraan cuaca resmi BMKG untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
















