JABAR TODAY, KUNINGAN — Warga Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dibuat geger setelah seekor ular kobra Jawa masuk ke dalam rumah warga dan mematuk seorang lansia pada Minggu malam, 20 September 2026.
Korban diketahui bernama Sanuhi (60). Ia mengalami luka pada bagian jempol kaki kiri setelah secara tidak sengaja berhadapan dengan ular tersebut ketika hendak keluar dari rumah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Insiden tersebut kemudian mendapat perhatian masyarakat karena ular berbisa itu bukan hanya masuk ke area permukiman, tetapi juga berada di dalam rumah dan sempat menyerang penghuni.
Ular Berada di Dekat Pintu Rumah
Berdasarkan informasi dari UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, kejadian bermula ketika Sanuhi hendak keluar dari rumah.
Saat berada di sekitar pintu, korban ternyata berhadapan dengan seekor ular kobra Jawa yang berada tidak jauh dari akses keluar rumah. Korban diduga tidak menyadari keberadaan ular tersebut hingga akhirnya bagian jempol kaki kirinya dipatuk.
Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut segera mengambil tindakan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, membenarkan adanya laporan mengenai warga yang dipatuk ular kobra di Desa Legok.
Menurut laporan tersebut, korban kemudian dibawa ke RS Mitra Husada. Pada pemeriksaan awal, bagian kaki korban mengalami pembengkakan sehingga diperlukan penanganan medis lebih lanjut.
Damkar Kuningan Langsung Evakuasi Ular
Setelah korban mendapatkan pertolongan, persoalan berikutnya adalah keberadaan ular yang masih berada di dalam rumah.
Warga kemudian meminta bantuan kepada petugas Damkar Kuningan untuk mengevakuasi reptil berbisa tersebut.
Laporan diterima oleh UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan sekitar pukul 21.14 WIB. Petugas kemudian berangkat menuju lokasi sekitar pukul 21.20 WIB dan tiba di lokasi kurang lebih pukul 22.00 WIB.
Sebanyak tiga anggota piket Regu 3 UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Petugas menemukan ular tersebut telah berpindah dan bersembunyi di area gudang rumah.
Situasi tersebut membuat proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian. Petugas harus terlebih dahulu memindahkan sejumlah barang yang berada di dalam gudang agar posisi ular dapat ditemukan.
Setelah dilakukan pencarian, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular tersebut.
Ular Kobra Jawa Berukuran Sekitar 50 Sentimeter
Ular yang dievakuasi diketahui merupakan kobra Jawa dengan panjang sekitar 50 sentimeter.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. Ular berhasil ditangkap dan dikeluarkan dari rumah warga sekitar pukul 22.10 WIB.
Keberhasilan evakuasi tersebut membuat warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman. Sementara itu, korban tetap mendapatkan perawatan medis akibat luka patukan ular.
Menurut keterangan yang diberitakan, kondisi korban kemudian dilaporkan membaik dan masih berada dalam penanganan medis.
Mengapa Ular Bisa Masuk ke Rumah?
Kemunculan ular di lingkungan permukiman sebenarnya dapat dipengaruhi oleh sejumlah kondisi lingkungan.
Petugas Damkar Kuningan mengingatkan bahwa ular dapat masuk ke rumah ketika mencari makanan seperti tikus atau serangga, mencari tempat berlindung yang hangat dan lembap, maupun memanfaatkan celah kecil yang terdapat pada bangunan.
Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah, termasuk memastikan tidak terdapat lubang atau celah yang dapat menjadi jalur masuk ular.
Tumpukan barang yang jarang digunakan juga sebaiknya diperiksa secara berkala, terutama apabila berada di tempat yang gelap, lembap dan jarang disentuh.
Warga Diminta Tidak Menangani Ular Berbisa Sendiri
Peristiwa di Desa Legok menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu berhati-hati apabila menemukan ular, khususnya jenis yang diduga berbisa.
Petugas Damkar mengimbau warga tidak mengambil risiko menangkap atau mengejar ular sendiri.
Apabila menemukan ular di rumah, masyarakat sebaiknya menjaga jarak, mengamankan anggota keluarga dari lokasi tersebut dan segera menghubungi petugas yang memiliki kemampuan serta peralatan untuk melakukan evakuasi.
Langkah tersebut penting karena upaya menangkap ular tanpa pengetahuan dan perlengkapan yang memadai justru dapat meningkatkan risiko terkena patukan.
Penanganan Gigitan Ular Harus Cepat
Gigitan ular berbisa membutuhkan perhatian medis. Dalam kasus Sanuhi, tindakan keluarga yang segera membawa korban ke rumah sakit menjadi bagian penting dari penanganan setelah kejadian.
Masyarakat yang mengalami gigitan ular sebaiknya segera mencari pertolongan medis dan tidak melakukan tindakan berisiko berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Penanganan medis diperlukan untuk mengetahui kondisi korban dan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan jenis gigitan serta kondisi pasien.
Bukan Pertama Kali Ular Menghebohkan Warga Jabar
Kemunculan ular berbisa di permukiman juga bukan satu-satunya peristiwa yang menjadi perhatian di Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir.
Pada waktu yang hampir bersamaan, warga di Dusun Cimanem, Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, juga dikejutkan dengan kemunculan dua ekor king kobra berukuran sekitar tiga meter di sekitar permukiman.
Petugas Damkar Ciamis kemudian mengevakuasi kedua ular tersebut. Salah satunya ditemukan berada di dalam toilet rumah warga, sementara ular lainnya berada di halaman. Tidak ada warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Rangkaian kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa interaksi antara satwa liar dan kawasan permukiman dapat terjadi dan perlu ditangani secara hati-hati.
Warga Kuningan Perlu Tingkatkan Kewaspadaan
Kasus Sanuhi di Desa Legok menunjukkan bahwa ular berbisa dapat berada di tempat yang tidak diduga, bahkan di dalam rumah dan dekat pintu keluar.
Masyarakat disarankan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi tempat persembunyian yang potensial bagi ular, menutup celah pada bangunan, serta memperhatikan keberadaan tikus dan hewan lain yang dapat menjadi sumber makanan ular.
Jika menemukan ular, terutama ular yang memiliki ciri-ciri kobra, warga tidak dianjurkan melakukan penangkapan sendiri.
Lebih baik menjaga jarak dan meminta bantuan petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.
Peristiwa patukan terhadap Sanuhi kini menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi warga Kuningan dan daerah lain di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.
Penulis : Redaksi ASBI Media Center
Editor : Tim Redaksi Jabar Today
Sumber : detikJabar, Radar Kuningan, Kuningan Mass
















